Monday, 19 October 2009

a tragedy


i've got a lil' accident.
although 'just lil', ooch. that's all really2 hurt me
the docter take something from my feet.
maybe just lil' part. but you know what i'm feel.
she give me local drugs.
i see when she crack my foot.
and my body is bleeding.
weeeww.. so scare actually.
and she said, the time to recover my foot is 10 days.
and it's mean, the time is really-really fit with the time when i'll gone.
10 days, if it isn't have a complication.
i hope and wish...

i doesn't wanna go with bad condition

Saturday, 10 October 2009

a while or forever ?

selama 3-4 bulan terakhir ini gue emang anti sosial banget
bukan maunya gue, tapi gue ga ada alasan
pengen keluar, tapi tapi tapi tapi dan tapi
kalo ga diseret seret gue ga mau
kalo ga terpaksa, ya ogah
males

keluar rumah, hanya seperlunya
paling banter juga olahraga pagi
selebihnya nonsense

and i spending my time with internet connection, cyber world.
kalo ga gitu, gue ga bergaul apa apa
bener bener seperti asing, mengasingkan dan terasingkan
tapi sekarang gue lagi nyoba buat ga menyentuh dunia maya

i just feel tired for this time

trying to stop tweeting, fb-ing, plurking, chatting and anything
no reason, but i don't know why
just wait and see how long i can

see yaaaa

Friday, 2 October 2009

i hope i love you all my life

" true friends stab you in front of you "

i love this words, cause this words is from someone who meaningful to me.
i think she's right. gue emang ga bisa berkata-kata bagaimana gue mendiskripsikan apapun tentang diri gue.

gue tipikal orang yang selalu senang senang. ga menganggap apapun sebagai masalah.
gue nyantai, ga gampang ngambek, apalagi marah.
dan gue punya penyakit bawaan. gue ga bisa diem.
gue jahil sekaliiiiiiiiii. gue ga bisa memungkiri itu.

tapi, gue tipe orang yang mudah sekali kecewa.
apalagi kecewa pada diri sendiri.
gue ga menyesal, tapi gue benci .
apalagi kalo gue menjahili seseorang tanpa maksud menyakiti, malah berakhir berbeda.
gue ga bisa memaafkan diri sendiri.

well, gue takut menyakiti dan megecewakan orang lain.
dampaknya ada pada diri gue sendiri soalnya.
gue ga bisa dan ga mau ngapa-ngapain sebelum masalahnya clear.

gue temenan sm siapapun, bukan berarti gue mau dengan gamblangnya jujur sm dia.
gue cukup selektif juga memilih temen yang bener-bener berguna buat gue.

gue juga ga tau yaaa.. apa maksud gue posting blogs ga jelas ini.
terlalu banyak yang mau gue tulis, malah jadi ga jelas.

17tahun perjalanan hidup gue,
gue ketemu dengan banyak orang.
tapi ga banyak bener bener temen.
mereka datang dan pergi.
begitu aja seterusnya.
gue pikir, gue ga bisa begini.
gue harus bener-bener memilih yang mana.
karena temenan ala hidup gue selama ini kayaknya punya 'masa'.
3 bulan, 6 bulan, 1 tahun. ya gitu gitu aja
percuma gue temenan, sok akrab pada masa itu seolah olah :
" we are best friend, and forever. no one can change us "
percuma jalanin semua sama sama, telponan nangis nangis malem malem, ga tidur, online berjam jam, smsan sampe jempol lumpuh. tapi hasilnya non sense.
kali ini gue ga mau temenan yang begitu,
gue mau temenan itu selamanya.

sekarang, temen yang menurut gue temen banget buat gue :
riska, kak tia, ocha

riska : gue kenal riska sejak kelas 2 SMA, tapi baru akrab setahun belakangan. she teach me everything.
dan segala sesuatu yang ga bisa gue ungkapin.
kak tia : kk kelas gue dari SD, dan anehnya baru akrab akhir akhir ini gara gara situs twitter. hahaha terdengar bodoh tapi itulah kenyataannya. ngobrol di ym, sms, twitter, plurk lama lama malah fb, telpon dan jalan bareng. walopun baru beberapa kali . dia jauh, gue jauh. apalagi minggu kmaren gue sm dia sempet jalan, nemenin kak ayi photoshoot. itu menjadi pertemuan terakhir buat gue.
ocha : gue tau dia udah 3 tahun. cuman baru kenal kira-kira 2tahun belakangan. gara gara gadis sampul. maybe, cause god will makanya kita bisa kayak sekarang, padahal kita dulunya bener bener ga saling kenal. gue dimana, dia dimana. gue sama dia udah bener bener ga ada rahasia rahasiaan lagi deh. shes know everything about me.

ada banyak hal yang pengen gue tulisan tentang kalian, tapi rasanya ga cukup gue ceritain.
gue begini karena gue begitu mencintai kalian sebagai temen temen terbaik gue.
gue ga perlu mengatakan, " she's my bestfriend ". karena kata kata itu cukup hati yang berbicara, siapa yang bener bener best buat kita. buat gue.

semakin lama perjalanan hidup kita, hidup gue. gue semakin tau dan belajar apa apa aja yang berarti dan berguna buat gue. dan yang selalu gue terapkan, gue bakal berusaha selalu jujur dalam hidup gue terhadap kalian dan apapun.
gue mencintai kalian karena gue jujur sm diri gue sendiri dan kalian jujur terhadap gue.
dan ini pertama kalinya gue jujur kalo gue bener ga pengen kehilangan kalian.

Thursday, 24 September 2009

blogs ke 100

kalo gue sayang sama seseorang, gue ga mungkin bisa membiarkan diri gue deket sm seseorang lainnya hingga orang yang gue sayang merasa terluka.
gue ga bisa membiarkan orang yang gue sayang jealous bahkan menorehkan sakit dan sesak dijiwanya.
sebelum gue melakukan kerugian itu, gue selalu mencegah biar ga terjadi.
gue berteman dgn siapa aja, tapi gue membatasi.
gue ga mau membuat orang yang gue sayang spt ga dihargai.
makanya gue hanya butuh satu dan fokus.
kalopun emang udah terjadi, gue pasti ga bakal ngelanjutin hubungan gue sm orang yang udah ngebuat seseorang yg gue sayang,jealous.
kalopun gue terlalu kelewat batas dan dia telah memaafkan, mungkin aja dia memaafkan karena dia memang tulus dan pertama kali.
tapi apakah akan tetap sama untuk yang kedua kali dan seterusnya ?

kadang manusia itu mengerti hanya untuk saat itu saja,
tidak pernah mau memahami makna hingga selamanya.
betapa sulitnya memberikan maaf dari hati yang ikhlas.
dan betapa sulitnya mengobati luka yg terlanjur tertoreh..

tapi yang diberikan maaf malah ga ngerti, malah menjadi jadi..

apakah begini kebanyakan karakter manusia?
atau hanya gue yg terlalu baik dgn mudahnya memaafkan ?

gue ga gitu juga sebenernya, gue mudah memaafkan tp ga mudah melupakan.
gue memaafkan tp kadar respect gue jg berkurang.
makanya gue benci utk membenci orang lain,
tp gue jg ga bisa mencegahnya..

Wednesday, 23 September 2009

story of us

definisi kita itu gimana ya ?
apa hanya terjadi dan terjebak dalam dua orang.
kita
aku dan kamu

gue punya cerita tentang kita, versi gue.
kita nya itu adalah gue dan dia
cerita tentang gue yang ketemu dia
kita temen, udah lama temenan.
cuman baru akrab.
dia baik, dia lucu, dia simple, dia simple dan dia jujur.
gue suka akan orang yang jujur.
kejujurannya itu yang ngebuat gue meleleh sampe mampus.
sayangnya, dia udah punya orang lain.

gue tetep menjalani ini seperti biasa
hubungan kami berjalan baik.
kita tertawa setiap hari.
online berjam jam.
bangun tidur, online dan yang gue cari, dia.
online sampe malem nonstop dan tidur hanya karena ketiduran
chat terakhir selalu sama dia.

gue suka dengan " kita "
gue suka kebersamaan.
gue suka, walopun kita berbeda
dan gue tau " kita" ga bakalan bisa bersama
gue terlanjur suka dia
gue terlanjur sayang dia
dan gue terlanjur nyaman sama dia

dia bisa membuat gue bercerita
dia bisa membuat gue bahagia
dia bisa membuat gue lupa akan dilema
dia bisa mendengarkan cerita cerita bodoh gue
sebelumnya ga ada orang yang bisa mendengarkan dan menanggapi cerita cerita bodoh gue
gue bisa jujur dan lupa diri kalo udah sama dia
lupa diri dalam arti masih terbatas,
ga sepenuhnya free.
gue cukup tau diri akan kapasitas gue.

dia siapa, dan gue siapa.

gue cukup menjalankan peran gue sebagai KITA
sebagai kami
gue dan dia
gue menghargai apapun yang dia lakukan
gue cukup melakukan yang terbaik untuk dia
gue bahagia, dia bahagia
kita fun.

mungkin ini adalah cerita dua orang bodoh
yang saling menemukan
ga perlu harus 'menjadi'
seperti ini saja gue cukup menikmati
justru gue takut jika status ini berubah,
semua ga bakal begini lagi.

gue ga pengen dia tau,
dan gue rasa dia juga ga mau tau tentang ini.
itu bagus.

dia mencari kebahagiaan
dan gue juga
kalo cinta, belum tentu memberi kebahagiaan,
tapi kalo kebahagiaan, sudah tentu memiliki dan memberi cinta.

yah begitulah cerita gue tentang KITA,
dia
gue dan dia
kita
semua kenangan ini
dia yang membuat gue sulit meninggalkan negara ini :(

anti social syndrome

akhir2 ini gue ga tau dengan apa yang mau gue posting
gue ngerasa kacau banget
mood tiba tiba drop drastis
ini bukan masalah PMS,
mungkin ngaruh. tapi ga banyak.
gue ga tau knapa
pikiran pikiran gue ga berkembang
hanya berputar disitu situ aja,
itu itu itu dan itu
bagaimana merealisasikannya gue bingung.

oh iya,
gue juga udah ga peduli lagi dengan apa yang akan terjadi setelah gue posting ini
semua juga mengabaikan gue, jadi buat apa gue memperdulikan ?
akhir akhir ini juga banyak hal yang berubah
tapi seperti yang udah gue bilang, gue ga peduli.
gue bilang ketemen deket gue, mulai saat ini, gue berusaha untuk ga peduli.
kadang gue capek banget buat jadi orang baik
gue capek banget untuk selalu mengalah
gue capek banget untuk melakukan segala sesuatu yang ga gue suka
itulah susahnya jadi gue
" I ALWAYS FAKE MY SMILE "
i can't be my true self.

kunci keberhasilan dalam hidup itu, adalah ikhlas.
tapi gue udah ga tau lagi kemana perginya rasa ikhlas dihati gue.
gue ga tau lagi apa yang gue rasa.
gue ga ngerasa benci,
gue ga ngerasa kesel,
gue ga ngerasa marah,
juga ga ngerasa bahagia.
smua plain... dataaarr ajaaa.
walopun perih ya perih ajaa.
gue menganggap itu hal biasa, sebelumnya gue juga pernah ngerasain hal seperti ini.
tapi kok malah semakin menjadi jadi ya ?

gue ga berusaha membuat hidup gue lebih baik,
gue hanya berusaha menjalaninya aja.
gue udah males.
terlanjur males.
jadi apapun yang terjadi, yaudah terserah aja .
gue-ga-pe-du-li !

gue lagi anti social-syndrome
gue ga mau melakukan aktifitas apapun
gue lagi dikenal sebagai gue yang ga orang lain kenal
tapi mungkin inilah sebenernya gue,
gue yang plainnn banget .
tanpa ekspresi

gue boseeeeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
pengen cincang cincang oraaaaaaangggg
pengen makan orang !
AAAAUUUMMM !!!

Monday, 21 September 2009

psycho

Psikopat secara harfiah berarti sakit jiwa. Pengidapnya juga sering disebut sebagai sosiopat karena perilakunya yang antisosial dan merugikan orang-orang terdekatnya.

Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Psikopat tak sama dengan gila (skizofrenia/psikosis) karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Gejalanya sendiri sering disebut dengan psikopati, pengidapnya seringkali disebut "orang gila tanpa gangguan mental". Menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopati. Pengidap ini sulit dideteksi karena sebanyak 80% lebih banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau di rumah sakit jiwa, pengidapnya juga sukar disembuhkan [1].

Seorang ahli psikopati dunia yang menjadi guru besar di Universitas British Columbia, Vancouver, Kanada bernama Robert D. Hare telah melakukan penelitian psikopat sekitar 25 tahun. Ia berpendapat bahwa seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balik fakta, menebar fitnah, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri.

Dalam kasus kriminal, psikopat dikenali sebagai pembunuh, pemerkosa, dan koruptor. Namun, ini hanyalah 15-20 persen dari total psikopat. Selebihnya adalah pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempesona, mempunyai daya tarik luar biasa dan menyenangkan [2].

Psikopat memiliki 20 ciri-ciri umum. Namun ciri-ciri ini diharapkan tidak membuat orang-orang mudah mengecap seseorang psikopat karena diagnosis gejala ini membutuhkan pelatihan ketat dan hak menggunakan pedoman penilaian formal, lagipula dibutuhkan wawancara mendalam dan pengamatan-pengamatan lainnya. Mengecap seseorang dengan psikopat dengan sembarangan beresiko buruk, dan setidaknya membuat nama seseorang itu menjadi jelek.

Lima tahap mendiagnosis psikopat

  1. Mencocokan kepribadian pasien dengan 20 kriteria yang ditetapkan Prof. Hare. Pencocokkan ini dilakukan dengan cara mewawancara keluarga dan orang-orang terdekat pasien, pengaduan korban, atau pengamatan prilaku pasien dari waktu ke waktu.
  2. Memeriksa kesehatan otak dan tubuh lewat pemindaian menggunakan elektroensefalogram, MRI, dan pemeriksaan kesehatan secara lengkap. Hal ini dilakukan karena menurut penelitian gambar hasil PET (positron emission tomography) perbandingan orang normal, pembunuh spontan, dan pembunuh terencana berdarah dingin menunjukkan perbedaan aktivitas otak di bagian prefrontal cortex yang rendah. Bagian otak lobus frontal dipercaya sebagai bagian yang membentuk kepribadian [3] [4].
  3. Wawancara menggunakan metode DSM IV (The American Psychiatric Association Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder versi IV) yang dianggap berhasil untuk menentukan kepribadian antisosial.
  4. Memperhatikan gejala kepribadian pasien. Biasanya sejak usia pasien 15 tahun mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan.
  5. Melakukan psikotes. Psikopat biasanya memiliki IQ yang tinggi.

Gejala-gejala psikopat

  1. Sering berbohong, fasih dan dangkal. Psikopat seringkali pandai melucu dan pintar bicara, secara khas berusaha tampil dengan pengetahuan di bidang sosiologi, psikiatri, kedokteran, psikologi, filsafat, puisi, sastra, dan lain-lain. Seringkali pandai mengarang cerita yang membuatnya positif, dan bila ketahuan berbohong mereka tak peduli dan akan menutupinya dengan mengarang kebohongan lainnya dan mengolahnya seakan-akan itu fakta.
  2. Egosentris dan menganggap dirinya hebat.
  3. Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah. Meski kadang psikopat mengakui perbuatannya namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli.
  4. Senang melakukan pelanggaran dan bermasalah perilaku di masa kecil.
  5. Sikap antisosial di usia dewasa.
  6. Kurang empati. Bagi psikopat memotong kepala ayam dan memotong kepala orang, tidak ada bedanya.
  7. Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah.
  8. Impulsif dan sulit mengendalikan diri. Untuk psikopat tidak ada waktu untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele.
  9. Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka.
  10. Manipulatif dan curang. Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki respon fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, gemetar -- bagi psikopat hal ini tidak berlaku. Karena itu psikopat seringkali disebut dengan istilah "dingin".
  11. Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya